Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Maret 2012

WORTEL UNTUK KECANTIKAN



Wortel berkhasiat menghilangkan bintik-bintik hitam dan dapat menghaluskan wajah anda. Ambillah wortel secukupnya ( kira-kira 1-2 buah ), kupas dan parutlah. Oleskanlah parutan wortel ke seluruh wajah anda. Diamkanlah selama 1 jam, lalu bersihkanlah wajah anda dengan air hangat. Bila dikerjakan secara teratur, niscaya bintik-bintik hitam pada wajah anda akan hilang.

MENGENCANGKAN KULIT MUKA



Kulit muka perempuan / wanita yang telah berusia 35-40 tahun ke atas pada umumnya sudah mengendur. Untuk mengencangkannya kembali, cobalah resep berikut ini. Untuk kulit kering, pergunakanlah masker campuran air kelapa hijau, susu murni segar, putih telur dan satu sendok madu. Sedangkan untuk kulit yg berminyak, pergunakanlah masker dari bengkuang yg dicampur dengan jeruk, nipis, air tawar dan air ketimun.

OBAT REMATIK TRADISIONAL



Mungkin anda sudah / pernah mencoba bermacam-macam cara untuk pengobatan rematik atau encok. Tak ada salahnya anda coba cara pengobatan sederhana ini. Tumbuklah beberapa butir merica dan jahe sebesar jempol. Rebuslah kedua bahan tadi sampai mendidih lalu masukkan kira-kira 10 sendok cuka ke dalamnya Setelah mendidih angkat dari api dan tunggu sampai hangat-hangat kuku. Gosokkan ke seluruh badan sebelum tidur. Lakukan secara rutin.

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK SEMBELIT


Untuk mempercepat penyembuhan gunakan ramuan / cara sebagai berikut: pertama rendamlah bagian yang keseleo itu ke dalam air panas / hangat yang sudah dibubuhi garam dapur secukupnya. Sesudah peawatan tersebut gunakan kompres beberapa bahan sbb: parutan jahe, kencur, babakan kulit pohon turi merah, lengkuas merah, sedikit garam, asam, minyak serai, 3 sendok cuka jawa, 2 sendok teh sari jeruk nipis. Jangan banyak bergerak supaya proses penyembuhan lebih cepat.

MENGATASI HIDUNG YANG MIMISAN



Mimisan dapat disebabkan oleh karena panas di dalam badan serta peredaran darah tidak normal, atau bisa juga karena benturan hidung dengan sesuatu / benda keras. Adapun resepnya adalah: daun pegagan 20 gram direbus, kemudian airnya diminum. Kompreslah pula dengan air dingin di bawah telinga. Jangan makan yang banyak mengandung minyak ataupun gula.

MENGATASI INFLUENSA



Penyakit influensa atau disingkat flu dan masyarakat kebanyakan menyebutnya pilek. Penderita menjadi lesu, kepala pusing, badan meriang, hidung mengeluarkan pilek / ingus. Adapun ramuan tradisionalnya adalah sebagai berikut: daun ketepeng 10 gram, daun sembung 10 gram, kemudian bahan-bahan ini direbus, lalu diminum airnya. Ada juga resep lain: sembung legi 10 gram, daun bayam duri 10 gram, adas pulosari 5 gram, kayu angin 10 gram, daun randu 10 gram, lalu semua bahan ini direbus dan airnya diminum. Resep yang lainnya: secang 10 gram, bengle 10 gram, kayu manis 10 gram, adas pulosari 5 gram, bidara putih 5 gram, babakan pule 5 gram. Semua bahan digoreng sampai hangus, lantas ditumbuk menjadi bubuk, lalu dituangi air panas kemudian diminum. Lakukan secara rutin sampai sembuh.

CARA TRADISIONAL MENGATASI TBC ( TUBER CULOSE )



Penyakit TBC adalah penyakit peradangan dalam paru-paru, penyakit ini disebabkan oleh kuman-kuman tubercelli yang berbahaya, karena apabila tidak mendapatkan pertolongan bisa mengancam nyawa. Kuman-kuman yang terdapat pada radang paru dapat menular kepada orang lain melalui napas / udara. Penyakit TBC / radang paru harus mendapatkan pertolongan dari dokter paru-paru dan harus mondok ke Sanatorium, bila keadaannya sudah cukup parah. Hal-hal yang perlu diperhatikan penderita: bahwa penderita harus sering berjemur pada panas matahari pagi agar mendapatkan sinar ultraviolet yang dapat membunuh kuman-kuman tubercolose, dan tempatnya harus agak tinggi dan berudara segar. Setiap hari agar melatih menyedot dan mengeluarkan napas perlahan-lahan secara tetap dan teratur.
Adapun ramuan tradisional yang diperlukan: daun pegagan 10 gram, daun waru lengis 10 gram, widoro upas 25 gram, daun legundi 10 gram, parutan kencur 5 gram. Semua bahan direbus airnya disaring, lantas diminum.
Ramuan lainnya: daun pegagan 15 gram, daun waru lengis 10 gram, pupus daun legundi 15 gram, widoro upas 10 gram, kencur 5 gram, biji pronojiwo ditumbuk 5 gram. Semua bahan ditumbuk lantas direbus, kemudian disaring, airnya untuk diminum.

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK TENGGOROKAN SESAK



Adapun bahan-bahan yang diperlukan adalah: perasan widara upas 25 garam, daun sirih diiris-iris kecil-kecil 25 gram. Semua bahan tsb direbus sampai airnya mendidih, lalu turunkan dari tungku, tunggu sampai airnya dingin. Setelah dingin bubuhkan sedikit madu murni, lantas diminum sedikit demi sedikit, 2-3 sendok tiap kali minum.

CARA TRADISIONAL MENGATASI CACINGAN



Hampir semua anak kecil pernah mengalami penyakit cacingan, penyakit ini ada bermacam-macam diantaranya: cacing biasa, cacing kermi, cacing tambang, dll. Sebab dari penyakit cacingan ini adalah karena makanan kotor, banyak makan daging yang terkena / ada cacingnya misalnya daging babi, dll. Anak yang menderita cacingan menjadi kurang nafsu makannya, kurus kering, perut buncit dan keras, serta bisa jadi berat badan turun. Adapun resep tradionalnya adalah: bengle diiris-iris 3 biji, temu hitam diparut 2 jari, tangkai daun sirih 2 lembar dan ketumbar 5 butir. Semua bahan ditumbuk halus, dituangi air panas, lalu diperas dan disaring, airnya dapat diminum. Resep lainnya: daun meniran 10 gram, daun lombok 1 lembar, daun kelor 3 lembar. Semua bahan dihaluskan, dituangi air panas, diperas untuk diminum, sedangkan ampasnya untuk tapal di perut.

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK SAKIT GIGI


Gigi yang sudah rusak berat hendaknya segera dicabut ke dokter. Adapun ramuan untuk menghilangkan rasa sakit adalah sebagai berikut: ambillah getah biduri satu tetes, masukkan bersama kapas ke lubang gigi. Tetapi bila anda kesulitan mendapatkan biduri maka bisa juga menggunakan bahan-bahan ini ( ambil salah satunya ), getah semboja, minyak cengkeh, atau minyak kelapa. Masing-masing satu tetes.

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK ASMA


Ambillah seekor burung sikatan, lalu sembelih kemudian bakarlah sekalian dengan bulunya. Sesudah bulunya hilang dan dagingnya matang maka makanlah dengan cara memasaknya sesuai dengan selera. Sedangkan apabila yang menderita asma anak-anak dapat dicoba resep ini: ambillah daun gembili segenggam, tumbuk halus dan peras airnya, bubuhi sedikit garam dan aduk hingga rata. Embunkan ramuan ini semalam dan pagi harinya baru diminum. Lakukan pengobatan ini 3 kali berturut-turut.

MENGATASI GIGITAN ULAR BERBISA



Dari gigitan / dipatuk ular berbisa akan menyebabkan rasa sakit yang amat sangat pada bagian yang dipatuk itu, dimana bengkak dan merah nampak pada kulit. Dalam waktu kurang dari setengah jam, penderita akan menjadi lemas, muntah, banyak ludah keluar, lumpuh / kejang, lidah dan alat suara serta pernapasan jadi lumpuh, dalam hal ini susunan syaraf yang banyak mengalami penderitaan. Bila lumpuh mulai hilang sebelum datangya kematian, kemungkina besar dia dapat sembuh tanpa pertolongan. Bila lumpuh tidak hilang, segeralah lakukan pertolongan sebelum terlambat.

Hal-hal yang harus dilakukan terhadap penderita: jaga baik-baik agar si korban brbaring dan berdiam diri. Sesuatu hal yang mempercepat denyut nadinya, adalah hal yang harus dihindari, karena kecepatan denyut nadi ini dapat membahayakan syaraf korban, segera bawa ke dokter terdekat, pasangkanlah “torniket” ( pembalut dari kain keras / karet ) pada sekeliling lengan atau kaki di atas luka bekas gigitan, ini agar menutup arus darah yang kena bisa / beracun , tetapi bukan bermaksud menghentikan peredaran darah dari pembuluh darah tadi. Longgarkan torniket setiap 10 menit. Kemudian jangan sekali-kali memberi pasien / korban minuman beralkohol. Setelah itu segera bawa ke dokter terdekat.

DISENGAT KALAJENGKING / LEBAH HITAM



Bila anda terkena sengatan kalajengking ataupun lebah hitam, cara menanganinya adalah: ambillah alat sengat yang tertinggal di kulit, tapi hati-hati agar kantong racunnya tidak pecah. Kalau pecah racunnya akan merata / menyebar. Lalu kulit yang kena sengatan tadi digosok dengan amonia / soda dicampur dengan air, kantong es boleh ditempelkan pada bekas sengatan tsb, kemudian bila perut anda jadi mual / sakit karena racun sengatan tadi mandilah / berendamlah dalam air hangat.

MENGATASI PANU , KUDIS , KADAS , KURAP



Panu yakni penyakit kulit yang berpusat dekat antara selangkangan dan dapat menjalar sampai ke seluruh kulit badan. Rasanya gatal bila kena keringat atau panas, warnanya putih bulat-bulat merata seperti jamur kayu. Sedangkan kudis adalah penyakit yang mengandung kuman, dapat menular, kudis berupa bisul-bisul kecil, mengandung nanah di dalamnya. Kalau kadas, adalah penyakit kulit semacam panu tetapi hanya setempat. Kebanyakan pada leher atau kepala. Merupakan penyakit kulit yanga berbentuk bulat berbintik-bintik kecil, kalau berkeringat rasanya gatal sekali. Semua penyakit ini dapat menular.Kurap adalah sebangsa penyakit kulit berbintik-bintik kering merata diatas kepala / bagian-bagian lain.
Resep untuk panu: jahe diparut lalu dicampurkan remasan semut hitam dan diberi minyak kayu putih, kemudian digosokkan pada pusat panu / pada kulit yang berpanu. Ada juga resep lain: daun ketepeng cina diremas dan bubuhi sedikit garam lalu gosokkan pada panu. Resep salep untuk kudis: buah pala dan belerang ditumbuk kemudian dicampur minyak kelapa, lalu dipanaskan. Resep lain: dau sambiroto 10 gram, daun delima 15 gram, belerang ditumbuk 10 gram. Semua bahan ditumbuk lantas dibubuhi minyak kelapa / VCO lantas dipanaskan.
Sedangkan obat yang untuk diminum: daun sambiroto, daun meniran, babakan pule, widoro putih. Rebus dan airnya untuk diminum.

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK DEMAM PADA ANAK-ANAK



Penyakit demam adalah penyakit rakyat yang umum sekali dimana hampir semua orang pernah mengalaminya. Gejala penyakit demam bermacam-macam, misalnya: suhu badan naik, panas dingin, panas meriang, penderita selalu gelisah, ingin selalu minum yang segar-segar, ingin mandi, tidak doyan makan, dll. Adapun ramuan untuk demam anak-anak adalah: daun bayam duri 100 gram ditumbuk halus, daun pegagan 50 gram juga ditumbuk halus, adas pulosari 10 gram, irisan bawang putih 10 gram. Semua ramuan tersebut ditanak / direbus dengan air, setelah mendidih kemudian diangkat lantas didinginkan kemudian olah / masak dengan kuning telor. Kemudian si anak dapat berendam / mandi dengan air ramuan sebagai berikut: kulit jeruk bali 150 gram, sirih 150 gram, daunsembung 200 gram, irisan lengkuas 100 gram, tapak liman dengan akarnya 200 gram, daun beluntas pagar 200 gram. Semua ramuan tersebut direbus dengan air sampai mendidih, bila airnya sudah suam untuk mandi anak tsb, segera rendam anak itu sampai kurang lebih 15 menit.

RAMUAN TRADISIONAL UNTUK AMANDEL



Amandel adalah semacam penyakit dalam leher ( kelenjar leher bengkak ) atau berbisul. Amandel ini bisa disebabkan oleh perut / darah kotor. Pantangan penderita penyakit ini adalah hindarkan makan / minum yang banyak mengandung susu, gula, dll. Adapun ramuan tradisionalnya adalah: perasan jeruk nipis, perasan kunir / kunyit dan tambahkan madu murni. Semua bahan dicampur sampai merata, minumkan sedikit demi sedikit 2 atau 3 sendok makan. Kemudian usahakan penderita mandi uap air panas agar keringat mudah keluar dan berolah ragalah pada udara segar di pagi hari. Lakukanlah secara rutin dan disiplin.

MENGATASI KERACUNAN



Keracunan sering menimpa orang, misalnya karena makan makanan yang beracun ( misal ketela pohon hitam, ikan busuk, dll ), kebanyakan minuman, dan lain-lain sebab karena / dari makanan. Bagi penderita selain dibuatkan jamu / ramuan agar diusahakan dapat memuntahkan makanan yang diduga beracun tadi. Untuk itu, tidurlah telungkup dan pijat-pijatlah dekat leher dengan diurut minyak serai kayu putih atau bila yang keracunan anak kecil, rogohlah dengan ujung jari mulut sampai tenggorokannya, agar dapat muntah.
Adapun resep / ramuan tradisionalnya adalah: minumlah air kelapa hijau, minumlah dengan air masak yang diberi bubukan arang ( arang kayu dapat menghisap racun dalam perut ), kunyit diparut lantas diperas airnya, dicampurkan telor ayam lantas diminum.
Sesudah itu, maka dijaga agar perut selalu bersih dan jangan makan ikan yang amis-amis ( misal kepiting, udang, dll ). Selanjutnya makanlah buah-buahan segar, bubur / jenang tepung.

CARA TRADISIONAL MENGATASI HIPERTTENSI / TEKANAN DARAH TINGGI



Tekanan darah tinggi / hipertensi adalah suatu penyakit yang umum menyerang masyarakat kita. Sebab musababnya bermacam-macam, diantaranya adalah faktor psikis / terlalu banyak pikiran, gangguan urat syaraf ( neurologis ), dan sebab- sebab lainnya. Gejala yang umum dari penyakit ini dalah sering marah-marah / emosional / mudah tersinggung, syarafnya tegang, kepala pusing, dll. Akibat dari penyakit ini bila telah berlangsung lama dan kronis adalah rematik, kejang otot, bahkan bisa terjadi stroke dan kelumpuhan. Bila tekanan darah tinggi belum begitu kronis, maka dapat diupayakan agar penderita tidak terlalu banyak gerak, selalu dijaga emosioanalnya / ketenangan jiwanya, serta jangan terlalu memikirkan hal-hal yang berat-berat. Adapun pantangannya adalah alkohol dan rokok. Si penderita dapat dikompres setiap hari dengan parutan buah mentimun pada jidat / kepala bagian depan. Banyak-banyaklah mengkonsumsi buah papaya, timun, dll, serta sayur-mayur yang banyak vitamin C dan B. Terus minumlah air rebusan bunga jeruk. Usahakan banyak menghirup udara segar pagi hari.
Adapun bahan ramuan tradisionalnya: daun kaki kuda 25 gram, daun selamagi 15 gram, buah waluh putih ( kondhur ) 50 gram, daun kaca beling 25 gram, saga manis 25 gram. Semua bahan direbus, airnya setelah disaring lantas diminum. Resep lainnya: daun meniran 10 gram, daun ngokilo 15 gram, daun kumis kucing 15 gram, akar cabutan alang-alang 5 batang, asam trengguli 5 gram. Semua bahan direbus, airnya setelah disaring dapat diminum.

CARA TRADISIONAL MENGATASI RADANG TENGGOROK ( DIPTERIA )



Penyakit ini menyerang pada tenggorokan, berupa luka / radang. Oleh karena itu si penderita akan sakit bila menelan makanan. Untuk itu penderita haruslah makan makanan yang halus-halus / lembut seperti bubur. Kebersihan makanan pun harus dijaga agar tidak menambah parah penyakit ini. Penderita sebaiknya selalu makan buah-buahan segar yang telah dibuat jus. Diusahakan agar buang air besar yang teratur supaya perut bersih sehingga darahpun ikut bersih.
Adapun ramuannya adalah: perasan widara upas 10 gram, perasan jeruk nipis 5 gram, perasan nanas 10 gram, perasan daun jintan hitam 25 gram, madu murni 5 gram. Semua bahan dicampurkan, lantas minumkan barang satu dua sendok makan 5-10 menit sekali. Sedangkan ramuan obat untuk kumurnya adalah: daun papaya muda 10 gram, perasan daun lobak 5 gram, parasan bawang merah 5 gram, asam lama 5 gram, perasan buah pecut kuda 5 gram. Semua bahan dicampur / dibubuhi air panas, bila telah hangat-hangat kuku bisa untuk kumur-kumur.
Selain ramuan-ramuan tersebut di atas, maka sebaiknya penderita dikompres pada leher bagaian luar dengan kain bersih yang telah dibasahi air sejuk / bersih.

CARA TRADISIONAL MENGATASI PENYAKIT GINJAL



Bila seseorang menderita penyakit ginjal, maka penyembuhan yang terbaik adalah ke dokter bila kondisinya sudah agak parah / terlambat, tetapi bila masih dalam taraf ringan maka perlu dicoba ramuan-ramuan tradisional yang akan dikemukakan berikut. Penyakit ginjal penyebabanya bermacam-macam, para dokter ahli lah yang tahu, sedangkan menurut pengobatan tradisional sakit ginjal dapat disebabkan oleh terlalu banyak mengkonsumsi daging. Adapun pantangan-pantangan yang harus dijalankan si penderita adalah: jangan terlalu banyak makan yang mengandung cuka serta makanan yang asin-asin, jangan makan gorengan yang mana kebanyakan zat minyak dapat menimbulkan keracunaa asam, jangan makan daging apapun baik daging ikan ataupun daging ternak. Sedangkan hal-hal yang harus dilakukan adalah:setiap pagi hari mandi dengan air hangat selama lebih kurang 15 menit.
Adapun ramuan tradisionalnya adalah: daun kaca beling ditumbuk halus 25 gram, daun ngokilo 25 gram, daun kumis kucing 25 gram, daun meniran coklat dicabut dengan akarnya 25 gram. Semua bahan ramuan direbus, airnya untuk diminum. Dan pembuatan ramuan ini lakukan selama 5 hari berturut-turut, kemudian hentikan selama beberapa hari. Kemudian ulangi buat ramuan lagi. Ramuan ini untuk ginjal yang terdapat kristal batu. Sedangkan ramuan untuk ginjal yang terasa panas karena adanya pembengkakan adalah sbb: daun arbei 20 gram, daun meniran 20 gram, daun duduk 10 gram, daun ungu 10 gram, daun kumis kucing 10 gram, daun sendokan 10 gram, daun ngokilo 10 gram. Semua bahan ini direbus sampai airnya mendidih lantas airnnya disaring untuk diminum.

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes